EVALUASI KESIAPAN KAMPOENG HERITAGE KAJOETANGAN SEBAGAI DESTINASI SUSTAINABLE TOURISM: PENDEKATAN KOMPONEN PARIWISATA 6A
DOI:
https://doi.org/10.36441/snpk.vol5.2026.468Keywords:
Evaluasi Kesiapan Kampung Wisata, Pariwisata Berkelanjutan, Pariwisata Warisan Budaya, Komponen Pariwisata 6A, Kampoeng Heritage KajoetanganAbstract
Kampoeng Heritage Kajoetangan adalah kampung wisata berbasis budaya dengan peninggalan sejarah, bangunan arsitektur kuno, kuliner dan sosial masyarakatnya. Kampung ini telah ada sejak abad ke 13, dan ditetapkan sebagai Kampung Wisata Kota Malang pada 22 April 2018 oleh Walikota Malang. Namun pengembangan yang belum terintegrasi berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap ekosistem ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis serta mengidentifikasi kekuatan & kelemahan masing-masing komponen 6A (Attractions, Amenity, Accessibility, Activity, Ancillary Service, Available Packages), mengevaluasi kesiapan strategi dalam mewujudkan sustainable tourism berbasis budaya di Kampoeng Heritage Kajoetangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampoeng Heritage Kajoetangan memiliki tingkat kesiapan yang tinggi pada komponen Attractions dan Accessibility, yang didukung oleh autentisitas bangunan kolonial dan lokasi pusat kota yang strategis. Namun, evaluasi pada komponen Amenity, Ancillary menunjukkan tingkat kesiapan yang masih rendah akibat keterbatasan kapasitas penginapan ramah lingkungan, layanan informasi yang belum terintegrasi. Secara keseluruhan, kawasan ini siap bertransformasi menjadi destinasi berkelanjutan jika dilakukan optimalisasi melalui standarisasi green tourism pada fasilitas pendukung dan digitalisasi paket wisata untuk meningkatkan nilai ekonomi lokal tanpa merusak orisinalitas budaya.