KEBIASAAN BINGE WATCHING DAN SNACKING SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP STATUS GIZI MAHASISWA PENGGEMAR K-DRAMA
DOI:
https://doi.org/10.36441/snpk.vol5.2026.506Keywords:
Binge Watching, Snacking, Status Gizi, Mahasiswa, K-DramaAbstract
Perkembangan platform digital mendorong meningkatnya perilaku binge watching, khususnya pada penggemar K-Drama, yang juga berpotensi memengaruhi kebiasaan makan dan status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebiasaan binge watching dan snacking serta implikasinya terhadap status gizi mahasiswa penggemar K-Drama. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 108 responden mahasiswa di Universitas Sahid Jakarta yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT), lalu dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (75,0%) dan berusia 19–20 tahun (60,2%). Responden dengan kebiasaan binge watching memiliki proporsi snacking lebih tinggi (74,4%) dibandingkan yang tidak binge watching (7,7%), dengan hubungan yang signifikan dengan hubungan kuat (p=0,000; r=0,637). Selain itu, terdapat hubungan antara binge watching dan status gizi (p=0,040; r=0,683) dengan kekuatan hubungan sedang, walaupun proporsi status gizi lebih lebih rendah pada kelompok binge watching (17,1%) dibandingkan non binge watching (23,1%). Sementara itu, tidak terdapat hubungan signifikan antara snacking dan status gizi (p=0,645). Kesimpulannya, binge watching berperan dalam membentuk kebiasaan snacking, namun belum menunjukkan implikasi langsung yang kuat terhadap status gizi. Temuan ini menekankan pentingnya edukasi gizi dan pengendalian perilaku sedentari pada mahasiswa.