PENGEMBANGAN UMKM PETERNAKAN AYAM BROILER MELALUI PROGRAM KEMITRAAN PADA PT SUPER UNGGAS JAYA DI KABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU
DOI:
https://doi.org/10.36441/snpk.vol5.2026.513Keywords:
Ketergantungan, Kemitraan, Peternakan Broiler, Pelaksanaan KontrakAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pelaksanaan kontrak dan tingkat ketergantungan peternak ayam broiler sebagai Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dalam skema kemitraan PT Super Unggas Jaya di Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan metode survei yang melibatkan peternak plasma aktif. Pada penelitian ini diamati dan dianalisis karakteristik sosial-ekonomi, pelaksanaan kontrak, serta indikator ketergantungan meliputi kekritisan input, ketersediaan pemasok alternatif, dan tingkat kontrol dari perusahaan inti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kontrak kemitraan berada pada kategori terlaksana dengan baik, sementara tingkat ketergantungan peternak mencapai 2,33 untuk kematian ayam broiler. Kategori tingkat sangat ketergantungan peternak mencapai 2,43 untuk Feed Conversion Ratio (FCR), 2,70 untuk kelangkaan alternatif, dan 3,00 untuk kontrol. Persentase ini mencerminkan tingginya ketergantungan peternak terhadap perusahaan inti dalam hal penyediaan sapronak, supervisi teknis, dan akses pasar. Temuan ini menegaskan bahwa meskipun sistem kemitraan berjalan baik secara operasional, hubungan antara kedua pihak masih bersifat tidak seimbang, sehingga diperlukan transparansi yang lebih baik, penguatan pemberdayaan peternak, serta peningkatan daya tawar untuk menciptakan model kemitraan yang lebih adil dan berkelanjutan untuk usaha pengembanagan peternakan ayam broiler.