PENERAPAN METODE SIX SIGMA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS DAN MEMINIMASI CACAT PRODUK PARFUM PADA HOME INDUSTRI XYZ
DOI:
https://doi.org/10.36441/snpk.vol5.2026.577Keywords:
Cacat Produk, Kualitas Produk, Six SigmaAbstract
Home Industri XYZ merupakan usaha reseller parfum yang masih menghadapi permasalahan kualitas produk berupa tingginya angka return dari konsumen akibat botol bocor/retak. Kondisi tersebut menimbulkan kerugian bagi perusahaan serta menurunkan kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah cacat produk, mengukur tingkat sigma, menganalisis penyebab utama kecacatan, serta memberikan usulan perbaikan menggunakan metode Six Sigma.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Six Sigma dengan tahapan Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control (DMAIC). Berdasarkan data historis periode September–November 2025, total penjualan produk parfum sebanyak 18.500 unit dengan jumlah return sebesar 4.207 unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis cacat dominan adalah botol bocor/retak dengan jumlah defect sebanyak 2.735 unit. Perhitungan diperoleh nilai Defects per Opportunity (DPO) sebesar 0,1478, Defects per Million Opportunities (DPMO) sebesar 147.800, dan tingkat sigma sebesar 2,54. Nilai tersebut menunjukkan bahwa tingkat kecacatan produk masih cukup tinggi sehingga perlu dilakukan perbaikan proses.Berdasarkan analisis fishbone diagram, penyebab utama cacat botol bocor/retak berasal dari faktor manusia, metode, material, mesin, lingkungan, dan pengukuran. Usulan perbaikan yang diberikan meliputi peningkatan kualitas botol dari pemasok, pelatihan tim packing, penggunaan material pelindung yang lebih baik, penyusunan SOP pengemasan, serta pengawasan kualitas sebelum pengiriman. Dengan penerapan Six Sigma diharapkan jumlah return dapat menurun dan kualitas produk meningkat.