LOGIKA PERANCANGAN PESAN UNTUK SUSTAINABILITY TOURISM DESTINATION BRANDING PULAU HARAPAN
DOI:
https://doi.org/10.36441/snpk.vol5.2026.471Keywords:
Destination Branding, Message Design Logic, Pulau Harapan, Komunikasi Pemasaran, Tourism Branding BerkelanjutanAbstract
Digitalisasi pariwisata di Kepulauan Seribu memunculkan paradoks antara percepatan pertumbuhan wisata dan tuntutan keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis implementasi strategi destination branding yang mencakup visi dan pemangku kepentingan, keselarasan antara target wisatawan dan portofolio produk, positioning merek, strategi komunikasi, serta mekanisme umpan balik; dan (2) mengidentifikasi tipologi Message Design Logic (MDL) untuk memperkuat branding destinasi berkelanjutan di Pulau Harapan. Menggunakan kerangka MDL dari O’Keefe, penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan analisis konten terhadap tiga akun Instagram: @pstravelid, @pulauharapan_id, dan @trip_pulauharapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas branding sangat bergantung pada integrasi MDL dalam strategi komunikasi digital. Tiga tipe pesan teridentifikasi, yaitu: (1) pesan ekspresif yang menonjolkan daya tarik visual; (2) pesan konvensional yang menekankan norma, kearifan lokal, dan standar Clean, Healthy, Safety (CHS); serta (3) pesan keterlibatan (retoris) yang mendorong interaksi dan partisipasi wisatawan. Namun, promosi digital saat ini masih didominasi oleh logika ekspresif, sementara pesan konvensional dan keterlibatan belum dimanfaatkan secara optimal. Ketimpangan ini berimplikasi pada rendahnya dorongan terhadap perilaku wisatawan yang bertanggung jawab. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan optimalisasi pesan keterlibatan serta penyeimbangan konten visual dengan narasi normatif berbasis lokal guna mendukung branding pariwisata berkelanjutan.