VISUALIZING SLOW TOURISM: FOTOGRAFI SEBAGAI KONTRA-NARASI TERHADAP FENOMENA MASS TOURISM DI INDONESIA

Authors

  • Syaifudin Fotografi FSMR ISI Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.36441/snpk.vol5.2026.492

Keywords:

Fotografi Reflektif, Slow Tourism, Kontra-Narasi, Pariwisata Berkelanjutan, Visual Storytelling

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran strategis fotografi sebagai kontra-narasi terhadap fenomena mass tourism yang sering kali mereduksi estetika destinasi menjadi sekadar komoditas visual instan. Di tengah dominasi budaya "fast-content" di media sosial, praktik fotografi dalam kerangka slow tourism menawarkan pendekatan visual yang lebih mendalam, kontemplatif, dan berkelanjutan. Dengan menggunakan metode kualitatif dan analisis semiotika visual, artikel ini membedah bagaimana narasi Visualizing Slow Tourism mampu menggeser orientasi wisatawan dari sekadar mengejar "pose ikonik" menuju apresiasi terhadap proses, interaksi budaya, dan pelestarian lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurasi visual yang menekankan pada detail mikroskopis, aktivitas lokal yang otentik, dan ritme perjalanan yang tenang dapat menjadi instrumen kewirausahaan kreatif bagi pengelola destinasi untuk membangun citra pariwisata yang lebih berkualitas dan resilien. Implementasi fotografi sebagai medium bercerita (visual storytelling) terbukti efektif dalam mempromosikan nilai-nilai keberlanjutan sekaligus mengedukasi wisatawan tentang pentingnya koneksi emosional dengan ruang dan waktu. Simpulannya, transformasi praktik fotografi dari dokumentasi massa menjadi narasi reflektif adalah kunci bagi masa depan pariwisata Indonesia yang lebih etis dan kreatif.

Downloads

Published

2026-05-28

How to Cite

Syaifudin. (2026). VISUALIZING SLOW TOURISM: FOTOGRAFI SEBAGAI KONTRA-NARASI TERHADAP FENOMENA MASS TOURISM DI INDONESIA. Seminar Nasional Pariwisata Dan Kewirausahaan (SNPK), 5, 241–249. https://doi.org/10.36441/snpk.vol5.2026.492

Issue

Section

Articles