MEMBANGUN EKOSISTEM KERJA YANG BERKELANJUTAN: ANALISIS KUALITATIF DAMPAK LEAVEISM TERHADAP WORK-LIFE BALANCE DI INDUSTRI KREATIF DIGITAL
DOI:
https://doi.org/10.36441/snpk.vol5.2026.515Kata Kunci:
Leaveism, Work-Life Balance, Generasi Z, Industri Kreatif, KualitatifAbstrak
Transformasi digital menuntut ketersediaan pekerja tanpa henti pada era modern. Fenomena leaveism atau kebiasaan bekerja saat istirahat kini semakin lazim terjadi pada ekosistem industri kreatif. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi secara kualitatif dampak praktik leaveism terhadap keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance) karyawan Generasi Z di Surabaya. Pendekatan fenomenologi digunakan sebagai desain utama penelitian. Pengumpulan data melibatkan wawancara mendalam terhadap lima informan di sektor industri kreatif digital melalui teknik purposive sampling. Triangulasi sumber dan dokumentasi diaplikasikan guna menjamin keabsahan temuan lapangan. Analisis data menunjukkan bukti bahwa perilaku leaveism telah ternormalisasi akibat tekanan konektivitas teknologi serta ekspektasi budaya pekerja ideal. Pekerja terpaksa merespons tugas operasional meskipun sedang menggunakan hak cuti medis maupun cuti tahunan. Praktik tersebut secara nyata menurunkan work-life balance karena ruang privasi terganggu oleh urusan kantor. Karyawan muda akhirnya mengalami kelelahan emosional tingkat ekstrem akibat kegagalan pelepasan psikologis. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa ekosistem kerja industri kreatif berisiko tinggi menjadi tidak berkelanjutan apabila batasan waktu profesional tidak segera ditegakkan.