TRANSFORMASI DESTINASI PASCA-TAMBANG MENJADI DAYA TARIK WISATA: STUDI KASUS RANU MANDURO DALAM PERSPEKTIF MANAJEMEN DESTINASI PARIWISATA

Penulis

  • Nabilah Zulfa Maulidya Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.36441/snpk.vol5.2026.531

Kata Kunci:

Transformasi, Manajemen Destinasi, Wisata Spontan, Pasca Covid-19, Ranu Manduro

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perubahan tren pariwisata pasca ­Covid-19 yang menjadi peluang bagi destinasi non-konvensional, penelitian ini mengambil contoh studi kasus destinasi wisata bekas galian tambang Ranu Manduro yang terletak di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan perspektif manajemen destinasi pariwisata yang menganalisis dinamika adaptasi pasar pariwisata pasca pandemi secara nyata berbasis komunitas. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif  melalui pendekatan studi kasus. Data primer berupa hasil wawancara dengan penduduk sekitar dan perangkat desa, sedangkan data sekunder yang digunakan berupa artikel jurnal, foto atau dokumentasi dan berita daring yang relevan dalam lima tahun terakhir. Hasil analisis yang pertama menunjukkan perubahan tren wisata pasca Covid-19, kemudian fenomena spontaneous community management dan yang terakhir yakni model low budget tourism. Dampak dari pandemi ini menyebabkan perubahan pada destinasi Ranu Manduro yang awalnya tambang galian menjadi padang rumput hijau seperti savanna dan dikenal sebagai “wisata feeling good” hingga akhirnya mulai ramai dikunjungi untuk spot foto aestethic.

Diterbitkan

2026-05-31

Cara Mengutip

Nabilah Zulfa Maulidya. (2026). TRANSFORMASI DESTINASI PASCA-TAMBANG MENJADI DAYA TARIK WISATA: STUDI KASUS RANU MANDURO DALAM PERSPEKTIF MANAJEMEN DESTINASI PARIWISATA. Seminar Nasional Pariwisata Dan Kewirausahaan (SNPK), 5, 531–542. https://doi.org/10.36441/snpk.vol5.2026.531

Terbitan

Bagian

Articles