PERAN KONFERENSI TINGKAT TINGGI JEPANG-INDIA 2025 SEBAGAI SOLUSI KEKURANGAN TENAGA KERJA DI JEPANG
DOI:
https://doi.org/10.36441/snpk.vol5.2026.558Kata Kunci:
Konferensi Tingkat Tinggi Jepang-India 2025, Demografi, Sosiologi, Homogenitas BudayaAbstrak
Penelitian ini mengkaji Konferensi Tingkat Tinggi Jepang–India 2025 sebagai salah satu respons utama Jepang terhadap krisis demografi berupa penurunan angka kelahiran dan peningkatan populasi lansia yang memicu kekurangan tenaga kerja di berbagai sektor strategis. Melalui kesepakatan pertukaran hingga 500.000 orang dan penempatan sekitar 50.000 tenaga terampil India, kerja sama ini diposisikan untuk menopang kebutuhan ekonomi dan struktur pasar kerja Jepang di tengah perubahan komposisi penduduk. Dengan menggunakan perspektif sosiologi, khususnya terkait homogenitas budaya dan integrasi sosial, tulisan ini menganalisis bagaimana ideologi tan’itsu minzoku, narasi “Japanese First”, serta konsep tabunka kyousei membentuk penerimaan dan resistensi masyarakat terhadap masuknya pekerja asing, terutama dari India. Tulisan ini menggunakan metode normatif dengan menganalisa sosial-budaya, kebijakan imigrasi, serta pandangan buruk masyarakat jepang terhadap imigran India. Hasil kajian menunjukkan bahwa KTT Jepang–India 2025 berada di persimpangan antara kebutuhan ekonomi yang mendesak dan ketegangan sosial-budaya, sehingga keberhasilannya sangat ditentukan oleh kemampuan negara dan masyarakat Jepang mengelola dampak demografis, memperbaiki mekanisme integrasi sosial, dan menegosiasikan ulang identitas kolektif di tengah meningkatnya keberagaman.