Jakarta, 29 Agustus 2025 – Universitas Sahid (Usahid) dengan bangga mengumumkan keikutsertaannya dalam program Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development (SATREPS) tahun anggaran 2025. Usahid terpilih sebagai salah satu dari 10 kampus di Indonesia yang mendapat kepercayaan untuk berkolaborasi dengan Japan International Cooperation Agency (JICA), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta BNPB.
Program ini berfokus pada proyek “Research Project for Development of End-To-End Earthquake Early Warning and Response System (E2E EEWRS)” yang bertujuan mengembangkan sistem peringatan dini dan respons gempa bumi yang komprehensif. Mengingat posisi geografis Indonesia yang berada di Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), pengembangan sistem ini menjadi sangat krusial untuk mitigasi bencana gempa bumi.
“Kolaborasi ini adalah wujud nyata dari komitmen Usahid sebagai institusi pendidikan tinggi untuk berkontribusi secara signifikan dalam menghadapi tantangan yang ada di Indonesia,” ungkap Prof. Dr. Giyatmi, M.Si., Rektor Universitas Sahid.
Dalam sambutannya pada acara Joint Coordination Committee (JCC) Meeting dan Kick-off Workshop yang diselenggarakan pada 27 Agustus 2025 di Ruang JIRAP, Gedung KA BJ Habibie BRIN Jakarta Pusat, Prof. Giyatmi menegaskan kesiapan Usahid untuk mengerahkan seluruh sumber daya terbaik. “Kami yakin, dengan sinergi antara peneliti, akademisi, dan seluruh pihak yang terlibat, kita akan mampu menciptakan sebuah sistem yang tidak hanya canggih, tetapi juga dapat diimplementasikan secara luas untuk menyelamatkan nyawa dan mengurangi risiko kerugian akibat bencana,” papar Rektor Usahid.
Dalam proyek ini, Usahid diwakili oleh Dr. Marningot Tua Natalis Situmorang dari Fakultas Teknik yang berperan sebagai Education & Experiential Learning. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dengan tujuan menyampaikan capaian terbaru proyek, mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi, serta merumuskan langkah-langkah strategis ke depan bersama Tim Indonesia dan Tim Jepang.
Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Prof. Ocky Karna Radjasa (Kepala Organisasi Riset Kebumian dan Maritim), Mr. Sato Akira (Senior Representative JICA Indonesia), perwakilan dari BMKG, BNPB, ITSB, ITB dan undangan lainnya serta Dr. Andi Eka Sakya, M.Eng. sebagai Ketua Proyek.
Prof. Giyatmi mengucapkan apresiasi yang tinggi atas kepercayaan yang diberikan oleh JICA, BRIN, dan Dr. Andi Eka Sakya, M.Eng. sebagai Ketua Proyek. “Jadikan proyek ini sebagai ikhtiar terbaik kita untuk masa depan Indonesia yang lebih aman dan tangguh,” tegas Rektor Usahid.
Program SATREPS ini diharapkan tidak hanya menghasilkan inovasi teknologi peringatan dini gempa bumi yang canggih, tetapi juga memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat Indonesia dalam menghadapi bencana alam.
—
Tentang Universitas Sahid
Universitas Sahid merupakan institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemajuan bangsa. Melalui berbagai program akademik dan penelitian, Usahid terus berupaya memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan Indonesia.
Kontak Media:
Humas Universitas Sahid
Website: www.usahid.ac.id




