
Latar belakang diselenggerakan Seminar ini, berbagai kajian menunjukkan bahwa tiga alasan utama seseorang untuk mengonsumsi pangan adalah untuk menikmati makanan enak, tapi terjangkau dan turut mewujudkan hidup sehat. Tanpa pangan yang aman, tidak mungkin makanan enak atau lezat dan zat gizi yang terkandung di dalamnya dapat dinikmati dan dimanfaatkan oleh tubuh untuk hidup sehat. Oleh karena itu, sebagai akademisi ilmu gizi dan teknologi pangan harus memahami bagaimana membuat makanan yang enak, tetapi aman dan sehat bagi tubuh.
Konsep tentang keamanan pangan sangat penting diimplementasikan pada sistem pangan dan gizi, termasuk dalam program dan pelayanan gizi di industri jasa makanan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan penjamah makanan, mahasiswa, dan masyarakat tentang keamanan pangan masih amat terbatas. Misalnya penggunaan bahan berbahaya yang dianggap tidak berbahaya (aman) oleh penjamah makanan; penggunaan BTP yang aman tetapi dianggap tidak aman oleh masyarakat; pangan yang alergi dan/atau intoleran pada seseorang dianggap tidak aman bagi orang lain.
IPTEKS berkembang pesat dan belum semua kalangan akademik dan masyarakat memiliki akses terhadap perkembangan Ipteks dan regulasi pangan yang terkini tentang keamanan pangan. Di samping itu sering kali banyak dosen, mahasiswa dan masyarakat yang menganggap suatu BTP seperti MSG tidak aman dikonsumsi sebagai bumbu atau penggugah selera makan, padahal aman. Sementara mahasiswa dan dosen termasuk kelompok yang dapat mempengaruhi persepsi masyarakat.

Peserta dalam Seminar ini antara lain Akademisi Dosen dan Mahasiswa Teknologi Pangan dan Gizi, Pelaku Usaha dan Masyarakat luas.
Demikian Press Release ini kami sampaikan, semoga dengan diselenggarakannya Seminar Nasional ini dapat disosialisakan kepada masyarakat luas.
Listyono S. Pratignyo – Kepala UPT Humas, Kerjasama dan Internasional Office

