USAHID Dorong Hilirisasi Rumput Laut lewat Beras Analog sebagai Inovasi Pangan Masa Depan

Loading

Jakarta, 28 April 2025 — Universitas Sahid (USAHID) memperkuat perannya sebagai pusat inovasi pangan melalui pengembangan beras analog berbasis rumput laut, sebagai bagian dari upaya hilirisasi sumber daya kelautan dan diversifikasi pangan di Indonesia.

Inisiatif ini diperkuat melalui kolaborasi internasional bersama Japan International Cooperation Agency, University of Tsukuba, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional dalam kunjungan yang berlangsung pada 27–28 April 2025 di Kampus 1 Universitas Sahid, Jakarta Selatan.

Indonesia sebagai salah satu produsen rumput laut terbesar di dunia memiliki potensi besar dalam pengembangan pangan berbasis sumber daya laut. Namun, pemanfaatannya hingga kini masih didominasi oleh ekspor bahan mentah dengan nilai tambah yang terbatas. Melalui riset ini, Universitas Sahid mengembangkan beras analog—produk pangan berbentuk butiran menyerupai nasi—dengan bahan dasar rumput laut, menggunakan teknologi extruder hibah dari JICA yang tersedia di Laboratorium Sains dan Teknologi kampus. Produk ini memiliki kandungan serat, mineral, serta nutrisi mikro yang tinggi dan membuka peluang pengembangan pangan fungsional berbasis sumber daya lokal.

Selama dua hari kegiatan, delegasi internasional bersama tim riset Universitas Sahid melakukan peninjauan fasilitas laboratorium, demonstrasi penggunaan teknologi extruder, serta diskusi mendalam terkait perkembangan riset dan penguatan kolaborasi ke depan. Diskusi tersebut dipimpin oleh Rektor Universitas Sahid, Prof. Dr. Ir. Giyatmi, M.Si., didampingi oleh jajaran akademisi, yaitu Prof. Dr. Ir. Hari Eko Irianto, Dipl.Tech., Prof. Dr. Rahmawati, S.T., M.T., Dr. Diny Agustini Sandrasari, S.T., M.Si., dan Hamidatun, S.TP., M.Si.. Dari pihak mitra, hadir Prof. Sosaku Ichikawa, Saeko Tano, serta Dr. Ellya Sinurat, S.Si., M.Si..

“Rumput laut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk pangan bernilai tambah tinggi. Inovasi ini merupakan langkah konkret dalam mendorong hilirisasi dan diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal,” ujar Prof. Dr. Ir. Giyatmi, M.Si.

Baca juga  Rapat Senat USAHID Lakukan Penjaringan Wakil Rektor

Sementara itu, Prof. Sosaku Ichikawa menyampaikan bahwa kolaborasi ini menunjukkan bagaimana riset dapat menghasilkan solusi nyata yang tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan dalam skala industri.

Pengembangan beras analog berbasis rumput laut ini menghadirkan potensi strategis dalam meningkatkan nilai tambah komoditas kelautan, memperluas alternatif sumber pangan, serta mendorong inovasi dalam industri pangan nasional. Ke depan, riset ini akan difokuskan pada penyempurnaan formulasi, peningkatan kualitas produk, serta pengembangan menuju skala produksi yang lebih luas melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, termasuk industri dan lembaga riset.

Dengan pendekatan berbasis riset dan kolaborasi, Universitas Sahid menegaskan perannya sebagai institusi yang tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi yang relevan bagi pengembangan sektor pangan nasional dan industri berbasis sumber daya lokal.

Universitas Sahid (USAHID) merupakan perguruan tinggi berbasis riset di Jakarta yang berfokus pada pengembangan ilmu terapan, khususnya di bidang teknologi pangan, komunikasi, dan industri kreatif. USAHID aktif membangun kemitraan strategis dengan lembaga riset dan universitas internasional untuk mendorong inovasi yang berdampak bagi masyarakat dan pengembangan industri.

Kontak Media
Humas Universitas Sahid
📧 humas@usahid.ac.id
🌐 www.usahid.ac.id

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Scroll to Top