DRAFT WEB –
Jakarta – Universitas Sahid melalui kolaborasi dosen Program Studi S1 Pariwisata, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Program Studi S1 Gizi, Fakultas Teknologi Pangan dan Kesehatan, bersama Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Kota Administrasi Jakarta Pusat menyelenggarakan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) sebagai bagian dari riset bertajuk “Model Pengembangan Pariwisata Gastronomi Heritage Regeneratif Berbasis Gizi di Jakarta Pusat.” Kegiatan berlangsung pada Kamis 30 Juli 2026 di Kedai Tjikini, Jakarta Pusat.
Tim peneliti Universitas Sahid yang terdiri atas Khoirul Anwar, S.Gz., M.Si., Ismayanti Istanto, A.Par., M.Sc., dan Dewi Gita Kartika, S.Tr.Par., M.Par. menginisiasi forum ini sebagai upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas dalam mengembangkan wisata gastronomi yang tidak hanya berorientasi pada pengalaman wisata, tetapi juga mendukung kesehatan masyarakat dan keberlanjutan pangan.
Diskusi menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, pemerintah daerah, pelaku usaha kuliner heritage, komunitas gastronomi, hingga pengelola destinasi wisata. Melalui forum ini, para peserta bersama-sama memetakan potensi wisata gastronomi heritage di Jakarta Pusat, mengidentifikasi nilai gizi pada kuliner tradisional sebagai bagian dari daya tarik wisata, serta merumuskan strategi pengembangan pariwisata regeneratif yang mampu menjaga keberlanjutan pangan lokal sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Anggota tim riset, Khoirul Anwar, S.Gz., M.Si., menjelaskan bahwa konsep wisata gastronomi saat ini tidak hanya berfokus pada cita rasa makanan, tetapi juga memperhatikan aspek budaya, kesehatan, dan keberlanjutan.
“Kuliner heritage merupakan bagian dari identitas budaya yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata. Melalui penelitian ini, kami ingin menghadirkan model pengembangan wisata gastronomi yang mengintegrasikan nilai gizi, pelestarian budaya, serta prinsip keberlanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh wisatawan maupun masyarakat lokal,” papar Ka.Prodi Ilmu Gizi Usahid ini.
Sebagai bagian dari luaran penelitian, tim menargetkan tersusunnya sejumlah hasil yang bersifat ilmiah sekaligus aplikatif, yaitu Peta Wisata Gastronomi Heritage Jakarta Pusat, profil gizi digital menu-menu heritage pada sejumlah usaha kuliner, serta pemetaan rantai nilai kuliner heritage yang berkelanjutan. Hasil tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah, pelaku industri, dan akademisi dalam menyusun kebijakan maupun program pengembangan wisata gastronomi.
Kolaborasi antara Universitas Sahid dan Sudin Parekraf Jakarta Pusat ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis untuk memperkuat posisi Jakarta Pusat sebagai destinasi wisata gastronomi unggulan. Pengembangan tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan daya tarik wisata, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat daya saing UMKM kuliner, melestarikan warisan budaya, serta mendukung terciptanya sistem pangan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Tim Riset Universitas Sahid menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, peserta, mitra pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Melalui kolaborasi yang erat antara dunia akademik dan para pemangku kepentingan, Universitas Sahid terus berkomitmen menghasilkan riset yang memberikan solusi inovatif bagi pembangunan pariwisata berkelanjutan serta memperkuat perannya sebagai The Tourism and Entrepreneurial University.